Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Cari Berkah

Selasa, 15 November 2011

Mimpi Buruk

Bantal gulingku jatuh dilantai terkena tendangan kakiku. Akupun terbangun. Ketika aku tersadar aku baru tahu bahwa aku bermimpi dalam tidurku. Aku tidak ingat bagaimana mimpi itu, hanya satu yang kuingat bahwa mimpiku semalam mengerikan. Aku bermimpi buruk. Akupun terbangun dengan kepala berat. Baru kali ini aku bermimpi tentang peristiwa interogasi itu. aku teringat saat aku dituduh pencuri oleh staff bagian keamanan di Pondok Gontor. Aku tidak tahu pasti apa yang menyebabkan mimpi itu datang dalam tidurku. Seingatku aku sudah berdoa sebelum tidur, tetapi mengapa peristiwa itu hadir dalam mimpiku? Akupun duduk dan diam sejenak. Aku selalu membutuhkan waktu itu untuk berdoa dan menenangkan pikiranku. Aku tak pernah bermimpi seperti ini sebelumnya. Selama ini tidurku baik-baik saja. Tidurku selalu lelap dan aku tak pernah bermimpi yang bukan-bukan.


Namun mengapa akhir-akhir ini aku jadi sering dikunjungi oleh mimpi buruk? Seminggu yang lalu aku bermimpi melihat orang menangis, lalu mendengar seseorang meminta pertolongan, Bahkan mimpi burukku yang pertama adalah mimpi yang paling mengerikan. Dalam mimpi itu aku melihat rohku berjalan-jalan sementara jasadku diam saja. Aku menjerit, ada apa ini? Mengapa rohku bisa berjalan dan melayang tanpa mengajak jasadku serta? Bisa saja aku menganggap ini adalah mimpi biasa, sebagai bunga tidur. Namun mengapa setelah mimpi rohku berjalan dan melayang tersebut, beberapa hari berikutnya samapi sekarang aku selalu dikunjungi mimpi yang tidak aku harapkan?


”Ah sudahlah. Aku tak perduli.” Tutur hatiku. Mimpi sebenarnya adalah perjalanan alam bawah sadar kita. Mimpi-mimpi yang kita lalui tidak bisa dikendalikan dan direncanakan. Mimpi bisa jadi hanya sebuah bunga yang hadir untuk menghiasi tidur kita, karena itulah mimpi dikatakan sebagai bunga tidur. Namun mimpi juga bisa jadi merupakan cerminan dari kehidupan nyata kita sehari-hari. Aku pernah menginginkan suatu barang dalam kehidupanku. Aku ingin sekali namun tak bisa memilikinya. Ternyata keinginanku akan barang tersebut terekam dalam alam bawah sadarku dan muncul dalam bentuk mimpi. Dan sepertinya mimpi burukku beberapa hari ini tidak ada kaitannya dengan keinginanku dalam dunia nyata. Lalu mengapa mimpi buruk itu hadir?

Aku mencoba mengurai kenyataan yang sedang kualami. Aku mencoba melihat satu demi satu permasalahan yang sedang kuhadapi, hubungan dengan teman-temanku, pekerjaan di kantor dan hubunganku dengan orangtua. Kurasa semua tidak ada masalah. Pekerjaan di kantor baik-baik saja, hubunganku dengan orangtua juga alhamdulillah baik-baik saja. Masalah-masalah yang lain agaknya hanya masalah kecil yang menghiasi hari-hariku. Hanya ada satu hal yang meresahkanku, yaitu hubunganku dengan salah seorang santriwati yang masih belum bisa normal setelah ada kesalahfahaman di antara kami. Walau aku sudah berusaha keras untuk membuat hubungan itu normal kembali, namun ia mungkin butuh waktu untuk melupakan kesalahfahaman kami. Tetapi apakah hanya hal sekecil ini bisa menghadirkan mimpi buruk beberapa hari? Gumamku tak henti.

Pikiranku mengembara ke beberapa minggu terakhir. Aku teringat kesalahan yang telah aku perbuat. Aku telah menyakiti hati Nova Haryanti. Sebenarnya aku malu pada diriku sendiri. Mengapa hubungan yang kubina bersamanya dan kuharapkan dapat membuatku lebih baik, malah berakhir bencana? MasyaAllah. Apakah karena aku jauh darimu ya Allah. Apakah ini yang sebenarnya membuat hatiku tidak tenang dan berimbas ke mimpi? Adakah justru ruhaniku yang harus dibenahi? Mungkinkah itu?  

Kemungkinan itu selalu ada. Mungkin mimpi itu hanyalah tanda yang diberikan Allah untuk mengingatkanku. Agaknya memang benar, ada sisi ruhaniku yang harus kubenahi. Mencoba untuk menjalankan semua dengan ikhlas dan menghadirkan ketenangan di dalam hati. Juga membenahi hubunganku dengan Nova Haryanti yang belum bisa normal kembali. Semoga dengan hadirnya ketenangan itu, mimpi burukku akan pergi dan tidak kembali lagi. Amin.

Aku mencoba mengurai hal yang lain. Kulihat sekilas catatan harianku dan tabel target ibadah harian beberapa minggu terakhir ini. Tabel itu isinya sangat menyedihkan. Banyak kolom yang tidak terisi. Dan kulihat di kolom bagian paling akhir. Ada beberapa catatan dengan tulisan yang memalukan yaitu ‘tidak terlaksana’. Artinya banyak kegiatan yang sudah kutargetkan namun akhirnya tidak kulaksanakan. Hanya ibadah mahdhoh saja yang selalu terlaksana. Sholat 5 waktu alhamdulillah selalu terlaksana. Namun begitu kulihat bagian ibadah sunnah, hanya ada beberapa yang terlaksana dan itupun tergolong ibadah sunnah yang ringan.

Sholat lail yang masih bolong-bolong, sholat rawatib pun tak kalah mengenaskannya. Ma’tsurat yang kutargetkan minimal sehari membaca sekali, itupun selalu tidak tuntas. Aku berusaha membacanya sambil mengerjakan aktivitas pagiku, tetapi sering bacaan itu tidak sampai pada doa rabithah. Bacaan itu lebih sering terpotong di tengah daripada terlaksana dengan tuntas. Begitu pula dengan tilawah Al-Qur’an. Sehari setengah juz saja tidak selalu bisa terlaksana. Padahal aku bisa membaca bahan kuliah dan buku cerita berlembar-lembar dalam sehari.

Mengapa target ibadahku banyak yang tidak terlaksana? Padahal aku sudah serius dan melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum menetapkan target itu.



Terima kasih, admin haturkan kepada Anisakuffa yang telah mengirimkan artikel ini untuk dipublikasikan di blog ruang.berkah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuliskan Komentar, Kritik dan Saran SAHABAT Disini .... !!!