Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Cari Berkah

Senin, 30 Maret 2026

Zaid bin Haritsah, Sahabat Nabi yang Disebutkan dalam Al-Qur'an

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam memiliki banyak sahabat dengan sifat dan kisah yang bermacam-macam. Dari banyaknya sahabat nabi, Zaid bin Haritsah menjadi satu-satunya sahabat yang disebutkan dalam Al-Qur'an.

Sosok Zaid bin Haritsah ini terdapat dalam Al-Qur'an surah Al Ahzab ayat 37. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman,

وَاِذْ تَقُوْلُ لِلَّذِيْٓ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاَنْعَمْتَ عَلَيْهِ اَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللّٰهَ وَتُخْفِيْ فِيْ نَفْسِكَ مَا اللّٰهُ مُبْدِيْهِ وَتَخْشَى النَّاسَۚ وَاللّٰهُ اَحَقُّ اَنْ تَخْشٰىهُ ۗ فَلَمَّا قَضٰى زَيْدٌ مِّنْهَا وَطَرًاۗ زَوَّجْنٰكَهَا لِكَيْ لَا يَكُوْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ حَرَجٌ فِيْٓ اَزْوَاجِ اَدْعِيَاۤىِٕهِمْ اِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًاۗ وَكَانَ اَمْرُ اللّٰهِ مَفْعُوْلًا ٣٧

Artinya: "(Ingatlah) ketika engkau (Nabi Muhammad) berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan engkau (juga) telah memberi nikmat kepadanya, "Pertahankan istrimu dan bertakwalah kepada Allah," sedang engkau menyembunyikan di dalam hatimu apa yang akan dinyatakan oleh Allah, dan engkau takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak untuk engkau takuti. Maka, ketika Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami nikahkan engkau dengan dia (Zainab) agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (menikahi) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila mereka telah menyelesaikan keperluan terhadap istri-istrinya. Ketetapan Allah itu pasti terjadi."

Zaid bin Haritsah bin Syurahil adalah sahabat sekaligus sahaya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang kemudian dimerdekakan. Zaid adalah sahabat yang dicintai Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam sejak kecil karena telah hidup bersama beliau.

Kisah Zaid bin Haritsah

Ketika Zaid menemani ibunya untuk mengunjungi saudaranya, mereka ditangkap oleh rombongan berkuda dari Bani al-Qain bin Jisr. Zaid dijadikan tawanan, kemudian mereka dijual di pasar Ukaz.

Kemudian Zaid bin Haritsah dibeli oleh Hakim bin Hizam untuk dihadiahkan kepada Khadijah binti Khuwailid. Khadijah pun memberikan Zaid bin Haritsah kepada suaminya, Abu al-Qasim Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebelum kenabian. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian memerdekakannya dan mengangkatnya sebagai anak.

Mendengar kabar Zaid bin Haritsah bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, ayah Zaid, Haritsah menebus putranya kembali. Namun Zaid bin Haritsah memilih untuk bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan beliau mengangkat Zaid sebagai putranya.

Ketika sudah dewasa, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh Zaid untuk menikah. Zaid pun memilih Zainab binti Jahsy sebagai calon istrinya.

Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh Ali Radhiyallahu 'anhu untuk meminangkan Zainab buat Zaid. Namun pinangan yang disampaikan Ali Radhiyallahu 'anhu ditolak oleh ibu dan saudara Zainab, Abdullah bin Jahsy.

Mereka menganggap Zaid tidak seimbang dengan Zainab karena Zaid bukan keturunan bangsawan dan merupakan bekas budak belian, sedangkan Zainab adalah gadis rupawan dan keturunan bangsawan.

Jumat, 27 Maret 2026

MY OWN FARM | Salam Ternak 🐓

Salam satu hoby 🐓

Abu Muslim al-Khaulani, Abdullah bin Tsuwab

Tersebar berita di seluruh penjuru Jazirah Arab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit sepulang beliau dari haji Wada. Setan pun memprovokasi Aswad al-Ansi agar kembali kepada kekafiran setelah keimanannya. Dan agar dia berkata tentang Allah dengan dusta. Dia mengaku kepada kaumnya sebagai nabi yang diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dia adalah manusia yang kuat jasadnya, besar ambisinya, keras jiwanya dan akrab dengan kejahatannya. Dia juga ahli dalam hal ikhwal perdukunan jahiliyah, gemar menggunakan sihir untuk mencelakakan orang. Di samping dia juga fasih lisannya, bagus argumennya, cerdas otaknya, pandai menyesatkan orang dengan kebathilannya. Dia mencari pendukung dengan cara membagi-bagikan hadiah dan pemberian. Ketika tampil di muka umum dia selalu mengenakan topeng hitam agar terkesan angker dan terasa kuat kehebatannya.

Dengan cepat dakwah Aswad al-Ansi menyebar di penjuru Yaman bagaikan api yang membakar ilalang. Dia dibantu oleh kabilah Bani Madhaj, kelompok terbesar di Yaman dari segi jumlah dan kekuasaannya. Masih pula didukung oleh kemampuan untuk merekayasa cerita dusta, kepalsuan serta memperalat para pengikutnya yang pandai untuk menguatkan siasatnya.

Dia mengaku bahwa malaikat turun dari langit untuk membawakan wahyu dan memberitahukan hal-hal ghaib kepadanya, lalu dia membuat berbagai rekayasa agar orang-orang percaya dengan pengakuannya.

Dia menaruh mata-mata di berbagai tempat untuk mendengarkan masalah-masalah yang dikeluhkan masyarakat, menguak rahasia-rahasia mereka, serta memancing cita-cita dan harapan yang tersimpan di benak mereka. Pada saat yang sama dia mengusahakan agar orang-orang minta tolong kepadanya.

Ketika orang-orang datang, dia melayani mereka dengan baik, memenuhi segala kebutuhan mereka dan mengatasi segala kesulitan mereka. Dia tunjukkan seolah-olah dia mengetahui segala rahasia yang tersimpan dalam hati mereka. Dipamerkannya hal-hal ajaib dan menakjubkan sehingga mampu menyihir akal dan membingungkan pikiran mereka.

Dalam waktu singkat namanya menjadi besar, kehebatannya kian tersohor, pengikutnya makin banyak. Shan’a kini berada di bawah kendalinya, dari sini terus menyebar ke tempat lain sampai meliputi seluruh Yaman, antara Hadramaut, Tha’if, Bahrain serta Aden.

Setiap detik terlewatkan ✅️

Tantri Setyorini pernah berkata: Bahwa Setiap detik yang kamu habiskan untuk meratapi kegagalan adalah kesempatan untuk meraih sukses yang terlewatkan.

Hanyaaa diaaa 🎤🤗