Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam memiliki banyak sahabat dengan sifat dan kisah yang bermacam-macam. Dari banyaknya sahabat nabi, Zaid bin Haritsah menjadi satu-satunya sahabat yang disebutkan dalam Al-Qur'an.
Sosok Zaid bin Haritsah ini terdapat dalam Al-Qur'an surah Al Ahzab ayat 37. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman,
وَاِذْ تَقُوْلُ لِلَّذِيْٓ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاَنْعَمْتَ عَلَيْهِ اَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللّٰهَ وَتُخْفِيْ فِيْ نَفْسِكَ مَا اللّٰهُ مُبْدِيْهِ وَتَخْشَى النَّاسَۚ وَاللّٰهُ اَحَقُّ اَنْ تَخْشٰىهُ ۗ فَلَمَّا قَضٰى زَيْدٌ مِّنْهَا وَطَرًاۗ زَوَّجْنٰكَهَا لِكَيْ لَا يَكُوْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ حَرَجٌ فِيْٓ اَزْوَاجِ اَدْعِيَاۤىِٕهِمْ اِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًاۗ وَكَانَ اَمْرُ اللّٰهِ مَفْعُوْلًا ٣٧
Artinya: "(Ingatlah) ketika engkau (Nabi Muhammad) berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan engkau (juga) telah memberi nikmat kepadanya, "Pertahankan istrimu dan bertakwalah kepada Allah," sedang engkau menyembunyikan di dalam hatimu apa yang akan dinyatakan oleh Allah, dan engkau takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak untuk engkau takuti. Maka, ketika Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami nikahkan engkau dengan dia (Zainab) agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (menikahi) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila mereka telah menyelesaikan keperluan terhadap istri-istrinya. Ketetapan Allah itu pasti terjadi."
Zaid bin Haritsah bin Syurahil adalah sahabat sekaligus sahaya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang kemudian dimerdekakan. Zaid adalah sahabat yang dicintai Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam sejak kecil karena telah hidup bersama beliau.
Kisah Zaid bin Haritsah
Ketika Zaid menemani ibunya untuk mengunjungi saudaranya, mereka ditangkap oleh rombongan berkuda dari Bani al-Qain bin Jisr. Zaid dijadikan tawanan, kemudian mereka dijual di pasar Ukaz.
Kemudian Zaid bin Haritsah dibeli oleh Hakim bin Hizam untuk dihadiahkan kepada Khadijah binti Khuwailid. Khadijah pun memberikan Zaid bin Haritsah kepada suaminya, Abu al-Qasim Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebelum kenabian. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian memerdekakannya dan mengangkatnya sebagai anak.
Mendengar kabar Zaid bin Haritsah bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, ayah Zaid, Haritsah menebus putranya kembali. Namun Zaid bin Haritsah memilih untuk bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan beliau mengangkat Zaid sebagai putranya.
Ketika sudah dewasa, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh Zaid untuk menikah. Zaid pun memilih Zainab binti Jahsy sebagai calon istrinya.
Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh Ali Radhiyallahu 'anhu untuk meminangkan Zainab buat Zaid. Namun pinangan yang disampaikan Ali Radhiyallahu 'anhu ditolak oleh ibu dan saudara Zainab, Abdullah bin Jahsy.
Mereka menganggap Zaid tidak seimbang dengan Zainab karena Zaid bukan keturunan bangsawan dan merupakan bekas budak belian, sedangkan Zainab adalah gadis rupawan dan keturunan bangsawan.

