Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Cari Berkah

Tampilkan postingan dengan label Text Berkah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Text Berkah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Januari 2026

Ashabul Kahfi, 7 Pemuda yang Tertidur Selama 309 Tahun

Negeri Afasus yang dipimpin oleh Raja yang sangat kejam, ia bernama Raja Daqyanus. Selain keji dan kejam, ia juga penyembah berhala. Kejadian ini diperkiraan terjadi pada masa kaisar Romawi, dengan rentang waktu 249-251 M. Ashabul Kahfi mengisahkan tentang 7 pemuda dan seekor anjing yang tertidur selama ratusan tahun atas izin Allah karena menghindar dari kekejaman Raja Daqyanus.

Tujuh pemuda yang hidup di negeri Afasus, negeri yang mayoritas masyarakatnya adalah penyembah berhala dan sangat patuh kepada Rajanya, sedangakan tujuh pemuda tersebut adalah orang-orang saleh yang taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setelah Raja Daqyanus mengetahui ada sekelompok pemuda yang tidak menyembah berhala, ia tidak tinggal diam. Ia memerintah mereka agar menyembah berhala. Akan tetapi pemuda-pemuda tersebut menolak dan hal itu membuat Raja sangat marah. Sang Raja kemudian memerintahkan orang untuk menangkap dan membunuh kelompok pemuda tersebut. Namun, para pemuda tersebut lolos dari kejaran itu karena bersembunyi di sebuah gua.

“(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (Q.S Al-Kahfi: 10).

Pemuda-pemuda itu memohon pertolongan dan meminta petunjuk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Kemudian Allah membuat mereka semua tertidur dan tidak mendengar apa-apa selama bertahun-tahun,

“Maka Kami tutup telinga mereka di dalam gua itu selama beberapa tahun.” (Q.S Al-Kahfi: 11).

Allah memberikan petunjuk kepada mereka karena mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhannya. Mereka itu adalah kaum-kaum yang tidak menjadikan tuhan-tuhan lain untuk disembah. Setelah keadaan sudah sangat membaik, Allah Subhanahu wa Ta’ala. membangunkan mereka kembali. Kemudian di antara mereka saling bertanya. Salah seorang di antara mereka berkata, “Sudah berapa lama kamu berada di sini?” Mereka menjawab, “Kita berada di sini sehari atau setengah hari.” Dan berkata yang lain lagi, “Tuhan kita lebih mengetahui berapa lama kita berada di sini.”

Merekalah Ashabul Kahfi; pemuda-pemuda yang tidur di dalam gua atas kehendak Allah dan dibangunkan juga atas kehendak Allah. Kisah sekelompok pemuda ini memberikan pelajaran tentang bagaimana kita harus menjaga keimanan dalam keadaan apapun.

Rabu, 14 Januari 2026

Umar dan Turunnya Ayat-Ayat Al-Quran

Salah seorang sahabat terdekat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam ialah Umar bin Khattab. Kemuliaan sosok berjulukan al-Faruq itu tecermin antara lain pada kejadian-kejadian turunnya beberapa ayat Alquran (asbabun nuzul). Ada sejumlah firman Allah Ta’ala yang sampai kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam konteks peristiwa yang dialami atau disaksikan Umar.

Ketika keluarga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam sedang dilanda ujian. Fitnah menerpa seorang istri beliau, ‘Aisyah binti Abu Bakar. Saat itu, orang-orang munafik menyebarkan gosip bahwa putri ash-Shiddiq itu telah berselingkuh.

Saat itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meminta pendapat beberapa sahabat terdekat tentang perkara ini. Ketika sampai gilirannya Umar, sang al-Faruq mengatakan, “Wahai Rasulullah, siapakah yang menikahkan engkau dengan ‘Aisyah?”

“Allah,” jawab Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam.

“Maka apakah mungkin Allah menipu engkau?” tanya Umar lagi.

“Subhanallah! Sesungguhnya ini (fitnah terhadap ‘Aisyah) adalah berita bohong,” kata Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, menyadari arah perkataan Umar.

Benar saja. Tak lama kemudian, turunlah firman Allah, yakni surah an-Nur ayat 16.
“Dan mengapa kamu tidak berkata ketika mendengarnya, ‘Tidak pantas bagi kita membicarakan ini. Mahasuci Engkau, ini adalah kebohongan yang besar.”

Peristiwa lainnya berkaitan dengan kegelisahan Umar tentang maraknya minuman keras di tengah umat Islam Madinah. Saat itu, khamr memang belum diharamkan oleh syariat Islam. Lagi pula, masih banyak tradisi Arab yang menjadikan minuman keras sebagai sajian umum demi mengakrabkan suasana pertemuan atau kumpul-kumpul.

Yang sudah turun saat itu, ialah ayat-ayat Alquran yang menyebut tentang dampak buruk minuman keras. Hanya saja, belum sampai pada taraf mengharamkannya. Maka, beberapa sahabat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam masih ada yang gemar menenggak miras. Termasuk di antara mereka ini, Umar bin Khattab.

Lama-kelamaan, Umar sendiri justru merasa khawatir akan imbas jangka panjang khamr. Para sahabat kerap lalai tentang jumlah rakaat yang sedang dikerjakan. Itu ketika mendirikan shalat dalam keadaan belum pulih 100 persen dari pengaruh alkohol.

Senin, 12 Januari 2026

Tangisan Sahabat Pecah Usai Turun Surah Al Maidah Ayat 3 di Arafah

Tangisan Sahabat Pecah Usai Turun Surah Al Maidah Ayat 3 di Arafah

Disebutkan dalam Hadits Riwayat Imam Bukhari pada tahun ke-10 Hijriah, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat melaksanakan ibadah haji. Ini adalah haji yang pertama dan terakhir bagi Rasulullah SAW. Sebab, 3 bulan setelah itu Rasulullah SAW wafat.

Ibadah haji Nabi Muhammad SAW dan para sahabat ketika itu kemudian dikenal dengan haji wada' disebut juga haji Islam atau haji akbar. Rasulullah SAW, pada hari Jumat 9 Zulhijah tahun ke-10 Hijriah berada di Arafah dan menyampaikan khutbah haji wada'.

Rasulullah SAW, sang penghulu para nabi itu khutbah dari atas sebuah batu. Sebelum memulai khutbah dan melanjutkan ibadah hajinya, Rasulullah menjelaskan kepada kaum muslimin ketika itu tentang tata cara ibadah haji. Putra Abdullah bin Abdul Muthalib itu memperlihatkan, menjelaskan dan mengajari umat Islam tentang sunnah-sunnah haji.

Saat di dalam khutbahnya Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah memberi pilihan kepada seorang hamba antara dunia dan apa yang ada di sisi-Nya. Hamba itu memilih apa yang ada di sisi Allah," Abu Bakar Ash Shidiq tak kuasa menahan air mata. Ayahanda Sayyidah Aisyah menangis hingga tangis terdengar oleh Rasulullah dan beberapa sahabat.

Salah satunya Abu Said al-Khudri yang di dalam hatinya berkata, "Apa yang membuat orang tua ini menangis ketika Allah memberikan pilihan kepada seorang hamba antara dunia dan apa yang ada di sisi-Nya?"

Disebutkan dalam hadits Bukhari, Rasulullah sempat menegur Abu Bakar yang terlihat terus menangis. "Wahai Abu Bakar, jangan menangis. Sesungguhnya orang yang paling baik kepadaku dalam pergaulan dan hartanya adalah Abu Bakar. Andai aku harus menjadikan seseorang sebagai kekasih maka aku akan jadikan Abu Bakar sebagai kekasih. Akan tetapi persaudaraan Islam dan cinta karena Islam adalah lebih utama."

Abu Bakar adalah yang paling cerdas dan cepat menangkap suatu pertanda. Salah satunya kata, 'hamba' dalam khutbah Rasulullah SAW tersebut. Yang dimaksud dengan hamba dalam ucapan Rasulullah SAW tidak lain adalah Rasulullah SAW sendiri.

Minggu, 11 Januari 2026

Bilal dan Abu Hind, Sosok di Balik Turunnya Al-Hujurat Ayat 13

Kehadiran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw tidak hanya menghapus tradisi-tradisi jahiliyah yang tidak menjunjung tinggi martabat kemanusiaan, tetapi juga memberikan ruang seluas-luasnya bagi kesetaraan dalam kehidupan seluruh bangsa. Sistem perbudakan dihapus, diskriminasi bangsa kulit hitam ditinggalkan, dan memberi peran perempuan di ruang-ruang publik.

Imam Suyuthi dalam kitab tafsirnya al-Durr al-Mantsur fi Tafsir bil-Ma'tsur menjelaskan dua mengenai perlakuan diskriminatif masyarakat Makkah terhadap budak dan orang kulit hitam. Kisah pertama, pada saat Rasulullah memasuki kota Makkah dalam peristiwa Fathu Makkah, Bilal bin Rabah naik ke atas Ka'bah dan menyerukan azan. Maka sebagian penduduk Makkah (yang tidak tahu bahwa di Madinah Bilal bin Rabah biasa menunaikan tugas menyerukan azan) terkaget-kaget. Ada yang berkata: "Budak hitam inikah yang azan di atas Ka‘bah?” (dalam riwayat lain di kitab Tafsir al-Baghawi al-Harits bin Hisyam mengejek dengan mengatakan: "Apakah Muhammad tidak menemukan selain burung gagak ini untuk berazan?"). Yang lain berkata, “Jika Allah membencinya, tentu akan menggantinya.” Kisah kedua, Abu Hind adalah bekas budak yang kemudian bekerja sebagai tukang bekam. Nabi meminta kepada Bani Bayadhah untuk menikahkan salah satu putri mereka dengan Abu Hind. Tapi mereka menolak dengan alasan: "Ya Rasul, bagaimana kami hendak menikahkan putri kami dengan bekas budak kami?" Dua peristiwa tersebut menjadi sebab turunnya (asbabun nuzul) Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 13.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Al-Hujurat [49]: 13)

Terkait peristiwa Fathu Makkah sendiri, Nabi Muhammad dan para sahabatnya bukan hanya berupaya melakukan revolusi besar dalam membebaskan Kota Makkah, tetapi juga membebaskan seluruh kaum kafir untuk masuk ke dalam lindungan Nabi Muhammad sehingga mereka serta-merta masuk Islam.

Sabtu, 10 Januari 2026

Kisah di Balik Turunnya QS. Al-Mujadalah Ayat 1-4 (Zihar - Menyamakan Istri dengan Wanita Mahram)

Dialah Khaulah binti Tsa’labah. Seorang sahabat yang mengadu kepada Nabi Muhammad terkait dengan persoalan rumah tangganya. Karena tidak mendapatkan ‘solusi yang diinginkannya’, Khaulah akhirnya mengadu langsung kepada Allah. Hingga akhirnya Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad (Surat Al-Mujadalah), sebagai solusi atas problematika rumah tangga Khaulah.


Khaulah adalah seorang sahabat yang cerdas. Suatu ketika, Khaulah terlibat debat dengan suaminya, Aus bin Shamit al-Anshari. Dalam perdebatan itu, Khaulah dengan argumentasinya berhasil memojokkan suaminya. Hal itu membuat suaminya, Aus bin Shamit, jengkel hingga kemudian men-ziharnya (sumpah menyamakan istri dengan ibunya). Zihar merupakan persoalan serius. Seseorang yang melakukan zihar kepada istrinya, maka istrinya menjadi haram baginya selamanya. Keduanya tidak boleh melakukan rujuk. Beberapa saat setelah kejadian itu, Aus bin Shamit menyesal. Ia mengajak Khaulah rujuk kembali namun sang istri menolaknya. Namun demikian, dia sebetulnya masih ingin rujuk dan hidup bersama kembali dengan Aus. Dia sadar, jika berpisah dengan Aus maka hidupnya akan berat, terlebih anak-anaknya masih kecil. Singkat cerita, Khaulah kemudian menghadap Nabi Muhammad dan mengadukan persoalan rumah tangganya itu. Karena belum ada wahyu tentang persoalan Khaulah tersebut, maka Nabi Muhammad tetap mengharamkan Khaulah untuk suaminya.

Mereka tidak boleh rujuk lagi.

Khaulah tidak terima dengan jawaban Nabi itu. Ia terus mendebat Nabi, tapi jawaban Nabi tetap sama. Hingga akhirnya, Khaulah mengadu kepada Allah secara langsung. “Ya Allah, kuadukan duka dan keadaanku yang berat ini kepada-MU. Aku masih mempunyai anak-anak yang masih kecil, wahai Rasulullah! Jika kutinggalkan semua padanya, mereka akan terlantar. Jika aku yang merangkul semua, mereka akan kelaparan. Ya Allah, aku mengadu kepada-Mu, maka turunkanlah wahyu kepada Nabi-Mu,” kata Khaulah sambil mengangkat wajahnya ke langit, tidak berhenti.

Rabu, 31 Desember 2025

Kesabaran itu tanpa Batas | Patience is limitless ⛔️

Sejatinya, Kesabaran itu tidak memiliki batas, namun diri kitalah yang mempunyai keterbatasan dalam sabar.


Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS. Az-Zumar : 10).

Kamis, 24 April 2025

Cinta yang Diusir dari Surga, Hikayat Cinta Adam dan Hawa

Pada awal penciptaan, Allah menciptakan Nabi Adam dari tanah liat dan meniupkan roh-Nya ke dalam dirinya.

Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi."
Malaikat bertanya, "Apakah Engkau akan menjadikan di bumi ini orang yang akan membuat kerusakan di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?"
Allah menjawab, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-Baqarah: 30).


Setelah Allah menciptakan Nabi Adam dan meniupkan roh-Nya ke dalam dirinya, Allah memerintahkan para malaikat dan Iblis untuk sujud kepada Adam sebagai bentuk penghormatan.
Allah berfirman, "Sujudlah kamu kepada Adam."
Namun, Iblis menolak perintah itu dan berkata, "Apakah Engkau akan menjadikan aku sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah liat?"
Iblis merasa bahwa dirinya lebih unggul karena diciptakan dari api, sedangkan Adam dari tanah. Akibat penolakannya, Iblis menjadi makhluk yang terkutuk dan diusir dari surga.

Selasa, 18 Maret 2025

[Sejarah Islam] Subuh Itu, Langit Menangis untuk Umar, Sujud Terakhir Sang Amirul Mukminin, Umar Al-Faaruuq

Umar bin Khattab, yang dikenal sebagai salah satu khalifah yang adil dan tegas, adalah sosok yang sangat dihormati. Pada suatu hari, Umar sedang menjalani tugasnya sebagai pemimpin umat Islam.

Dalam sebuah peristiwa tragis, beliau diserang oleh seorang yang tidak setuju dengan kebijakan-kebijakannya.


Peristiwa tragis ini terjadi ketika Umar sedang memimpin shalat Subuh di masjid. Seorang pria bernama Abu Lu'lu'ah al-Majusi, yang berasal dari Persia dan tidak setuju dengan kebijakan Umar, menyerangnya dengan pisau saat shalat. Kejadian ini terjadi pada tanggal 26 Dzulhijjah, tahun 23 Hijriah.

Umar bin Khattab pun akhirnya meninggal dunia akibat serangan tersebut, meninggalkan duka mendalam bagi umat Islam.

[Sejarah Islam] Cahaya di balik Pedang Umar bin Khattab, Kisah Sang FAARUUQ, Dari Musuh menjadi Perisai Islam

Di jantung kota Mekkah, di tengah hiruk-pikuk kehidupan, hiduplah seorang pria yang dikenal karena keberaniannya, Umar bin Khattab. Ia adalah sosok yang tak pernah ragu dalam bertindak, dihormati oleh banyak orang, tetapi juga ditakuti karena ketegasannya. Namun, dibalik kekuatannya, Umar menyimpan kebencian yang mendalam terhadap ajaran Nabi Muhammad.

Pedang terhunus di tangannya. Ia berniat menghentikan ajaran Nabi Muhammad dengan kekerasan. Dalam perjalanannya, Umar bertemu dengan seorang sahabat Muslim, Nu'aym, yang mengetahui niat Umar.


Nu'aym, yang menyadari bahaya yang mungkin dihadapi Nabi Muhammad dan para sahabat, segera mendekati Umar. Dengan cerdik, Nu'aym mencoba menenangkan Umar. Ia berkata, "Wahai Umar, jika kau ingin menghancurkan Muhammad, pertimbangkan dulu keluargamu sendiri. Adikmu, Fatimah, dan suaminya telah memeluk Islam."

Senin, 27 Januari 2025

[Sejarah Islam] ISRA' MI'RAJ : Perjalanan Malam Menuju Tahta Sang Pencipta, Jejak Langkah Nabi Menuju Sidratul Muntaha

Bayangkan malam yang hening, di mana cahaya bintang berkelip di langit yang luas. Di kota Makkah, Nabi Muhammad SAW terbaring di dekat Ka'bah, dalam keheningan malam yang penuh rahasia.
Tiba-tiba, langit yang gelap itu diterangi oleh cahaya luar biasa. Malaikat Jibril datang membawa Buraq, makhluk yang bersinar, lebih cepat dari kilat. Dengan penuh keajaiban, Buraq membawa Nabi Muhammad dalam perjalanan yang tak terbayangkan.
Mereka melesat dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Di sana, para nabi terdahulu menyambutnya. Dalam keheningan malam, Nabi Muhammad menjadi imam mereka dalam shalat, sebagai tanda bahwa beliau adalah pemimpin umat seluruhnya.

Namun, itu baru permulaan...


Langit pun terbuka lebar, dan Nabi Muhammad dibawa naik ke langit pertama, bertemu dengan Nabi Adam yang menyambutnya dengan penuh kehangatan. Di langit kedua, beliau bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya. Di langit ketiga, Nabi Yusuf yang tampan dan penuh cahaya menyambutnya. Di langit keempat, Nabi Idris, yang sangat saleh, berdiri menunggu. Di langit kelima, Nabi Harun, yang berwibawa, menyambut dengan senyuman.

Selasa, 23 Oktober 2018

Kisah Inspirasi - Inilah Cinta Suamiku...

Percakapan ringan sepasang suami istri...
Seorang suami bertanya pada istrinya : "Sudah sholat ashar ?
"belum, jawab istrinya pendek.
Suami bertanya lagi : "kok belum sholat ?"
ketus istrinya menjawab : "aku baru saja pulang, capek sekali dan aku ketiduran tadi"...
suaminya menimpali : "baiklah... bangun dan sholatlah ashar dan maghrib sekaligus, sebentar lagi sudah mau masuk waktu isya".

Pada keesokan harinya suami pergi untuk tugas ke luar kota... seperti biasa seharusnya si suami menelpon istrinya bila telah tiba dengan selamat di tempat kerjanya. Si istri menunggu berjam-jam telepon dari suaminya namun si suami tak juga menghubunginya... pemberitahuan dengan SMS singkat pun tidak ada... si istripun mulai cemas, ini bukan kebiasaan suaminya... ia berpraduga macam-macam dan amat khawatir dengan keselamatan sang suami... berkali-kali ia mencoba menghubungi HP suaminya... terhubung tapi tidak diangkat.

Setelah beberapa jam akhirnya si suami mengangkat HP nya... terbata-bata si istri bertanya : "suamiku apakah engkau telah tiba dengan selamat ?"...
"Ya, alhamdulillah ''jawab suami pendek...
"kapan sampainya ? "si istri bertanya lagi...
cuek si suami menjawab : "saya sampai kira-kira 4 jam yang lalu"...
dengan nada marah si istri berkata lagi : "4 jam yang lalu dan tidak menghubungi aku ??"...
masih dengan nada malas si suami menjawab : "aku merasa capek sekali dan aku ketiduran sebentar"...
si istri menimpali : "berapa menit sih kalau harus menelponku ??? cuma sebentar masa nggak bisa ??? apa nggak kedengaran bunyi HP mu waktu tadi aku menghubungi berkali-kali ??"...
"ya ... aku dengar "jawab suami...
dengan suara sedih si istri berkata : " kok gitu sih, apa sudah nggak sayang padaku lagi ??"...
si suami menimpali : "aku amat sayang padamu... tapi kemarin mengapa engkau tidak menyahuti seruan adzan ashar dan bersegera sholat, bukankah sholat itu hanya sebentar, bagaimana nanti aku bila ditanya ALLAH tentang perbuatanmu itu... apakah engkau sudah tidak sayang padaku ?"...
di ujung HP sambil terisak si istri berkata : "engkau benar suamiku... aku mohon maaf... aku berjanji untuk tidak mengulanginya lagi"...
sejak saat itu si istri tidak pernah lagi mengakhirkan sholat bila telah tiba waktunya...

Selasa, 12 Desember 2017

Ketika Seorang Penggosip Berada Dalam Sebuah Majelis

Sebuah kisah dalam suatu masjid, telah berlangsung sebuah kajian oleh seorang ustadz yang biasa mengisi pengajian disitu. Dalam majelis ini terdapat jamaah bapak-bapak dibagian depan shaf bergabung dengan jamaah pemuda-pemudanya. Dibagian belakang shaf, dengan dibatasi tirai kain sebagai penghalang, berkumpul jamaah ibu-ibu dan gadis-gadis yang ikut serta mengikuti pengajian rutin tersebut.

Dalam Jamaah ibu-ibu, ikut serta seorang ustadzah yang biasa mengisi kajian jika diadakan majelis khusus untuk ibu-ibu. Ustadzah itu duduk disebelah seorang wanita yang baru pertama kali ikut pengajian seperti ini. Karena dia tahu disebelahnya adalah seorang ustadzah, lalu dia berbincang dengan ustadzah tersebut :

"Ustadzah, saya tidak mau ikut pengajian ini lagi" kata wanita tersebut.
"Apa alasannya?", tanya ustadzah.
"Saya lihat di pengajian ini perempuannya suka bergosip, laki-lakinya munafik, pengurusnya cara hidupnya tidak benar, jama'ahnya sibuk dengan hpnya masing-masing, dsb..."

Mendengar penuturan ini, ustadzah menghela nafas dan diam beberapa saat. Lalu dia berkata :
"Baiklah... Tapi sebelum engkau pergi, tolong lakukan sesuatu untukku. Ambil segelas penuh air dan berjalanlah mengelilingi dalam masjid ini tanpa menumpahkan setetes air sekalipun ke lantai. Setelah itu engkau bisa meninggalkan masjid ini seperti keinginanmu."

"Itu mudah sekali!" jawab si wanita.

Lalu diapun melakukan apa yang dimintakan ustadzah, sementara pengajian sedang berlangsung.

Rabu, 16 Agustus 2017

Kisah Haru Menyayat Hati - Ayah, Kembalikan Tangan Rara

Sepasang suami-isteri, seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun.

Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan, di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka hasil coretannya jadi tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Dengan cerianya ia membuat coretan-coretan sesuai dengan imajinasi dan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet.

Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imajinasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun sontak menjerit,
"Kerjaan siapa ini !!!" ....
Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan, lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya.

Jumat, 28 April 2017

Cara Mematikan Autorun Pada Windows Untuk Antisipasi Serangan Virus

Virus merupakan ancaman serius bagi komputer. Virus dapat menyerang komputer melalui media online (internet) seperti email, sosial media, iklan dan situs-situs di internet. Selain itu juga, virus dapat menyerang melalui media offline, seperti flashdisk, memory card atau harddisk external.

Salah satu cara untuk mengantisipasi masuknya virus melalui media external atau perangkat luar adalah dengan cara men-disable sistem Autorun yang ada pada wndows.

Apa itu Autorun ?
Autorun adalah sistem windows yang berfungsi untuk menjalankan perangkat atau mengakses media secara otomatis dan langsung pada saat perangkat (disk) tersebut telah terhubung dengan komputer. Sebenarnya fungsi autorun ini cukup membantu pengguna komputer dalam hal kemudahan mengakses perangkat yang baru dihubungkan, namun tentu hal ini akan beresiko pada keamanan komputer apabila di dalam perangkat luar tersebut ada atau sudah terinveksi virus sebelumnya.

Sejatinya, hal ini akan diantisipasi oleh anti-virus yang ada di komputer kita (kalau di komputer ada anti-virusnya), namun lebih aman lagi jika autorun ini dimatikan. Setidaknya kita bisa scan terlebih dahulu sebelum mengakses isi disk tersebut. Apalagi jika perangkat tersebut bukan milik kita sendiri, artinya kita tidak tahu kebersihan dari disk tersebut sebelumnya.

Senin, 09 Januari 2017

Cara Mengubah Path Disk Drive Pada Windows

Disk drive yang tersambung dengan komputer, akan ditandai oleh windows dengan kode pengurutan menggunakan huruf alfabet. Kode ini sebagai pembeda antar disk drive, dimana windows akan menomorinya secara otomatis.

Apa sih Path itu ?
jika kita membuka windows explorer, disana ada beberapa ruang penyimpanan. Walaupun mungkin disetiap komputer berbeda, namun pada umumnya akan muncul penyimpanan dengan nama Local Disk (C:) dan Disk Drive (D:). Lokasi penyimpanan itu disebut Drive, untuk penamaannya bisa diubah sesuai kemauan sendiri, hanya dengan klik kanan drivenya lalu pilih Properties, maka akan terbuka dialog box Disk Drive Properties, silahkan ketikan nama drive yang diinginkan pada tab General, setelah itu Apply > OK. Disitu juga menampilkan informasi kapasitas dari drive tersebut.

Sedangkan path yang kita maksud, adalah penomoran dari drive tersebut yang ditandai dengan menggunakan huruf alfabet. Seperti contoh di atas, terdapat dua drive yaitu C dan D. Nah, huruf itulah yang disebut path.

Disini saya akan sharing cara mengubah atau menyesuaikan penomoran tersebut. Kalau ditanya, apa sih perlunya dirubah?. Secara fungsi dan pengaruh, mungkin hampir tidak ada jika untuk user pada umumnya. Namun bagi seorang programer mungkin akan dibutuhkan mengubah nomor path untuk menyesuaikan programnya. Namun tujuan saya menulis Cara Mengubah Path Disk Drive Pada Windows ini adalah hanya sebagai tambahan ilmu pengetahuan saja bagi yang belum tahu.