Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Cari Berkah

Tampilkan postingan dengan label Hadist dan Riwayat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadist dan Riwayat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Januari 2026

Ashabul Kahfi, 7 Pemuda yang Tertidur Selama 309 Tahun

Negeri Afasus yang dipimpin oleh Raja yang sangat kejam, ia bernama Raja Daqyanus. Selain keji dan kejam, ia juga penyembah berhala. Kejadian ini diperkiraan terjadi pada masa kaisar Romawi, dengan rentang waktu 249-251 M. Ashabul Kahfi mengisahkan tentang 7 pemuda dan seekor anjing yang tertidur selama ratusan tahun atas izin Allah karena menghindar dari kekejaman Raja Daqyanus.

Tujuh pemuda yang hidup di negeri Afasus, negeri yang mayoritas masyarakatnya adalah penyembah berhala dan sangat patuh kepada Rajanya, sedangakan tujuh pemuda tersebut adalah orang-orang saleh yang taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setelah Raja Daqyanus mengetahui ada sekelompok pemuda yang tidak menyembah berhala, ia tidak tinggal diam. Ia memerintah mereka agar menyembah berhala. Akan tetapi pemuda-pemuda tersebut menolak dan hal itu membuat Raja sangat marah. Sang Raja kemudian memerintahkan orang untuk menangkap dan membunuh kelompok pemuda tersebut. Namun, para pemuda tersebut lolos dari kejaran itu karena bersembunyi di sebuah gua.

“(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (Q.S Al-Kahfi: 10).

Pemuda-pemuda itu memohon pertolongan dan meminta petunjuk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Kemudian Allah membuat mereka semua tertidur dan tidak mendengar apa-apa selama bertahun-tahun,

“Maka Kami tutup telinga mereka di dalam gua itu selama beberapa tahun.” (Q.S Al-Kahfi: 11).

Allah memberikan petunjuk kepada mereka karena mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhannya. Mereka itu adalah kaum-kaum yang tidak menjadikan tuhan-tuhan lain untuk disembah. Setelah keadaan sudah sangat membaik, Allah Subhanahu wa Ta’ala. membangunkan mereka kembali. Kemudian di antara mereka saling bertanya. Salah seorang di antara mereka berkata, “Sudah berapa lama kamu berada di sini?” Mereka menjawab, “Kita berada di sini sehari atau setengah hari.” Dan berkata yang lain lagi, “Tuhan kita lebih mengetahui berapa lama kita berada di sini.”

Merekalah Ashabul Kahfi; pemuda-pemuda yang tidur di dalam gua atas kehendak Allah dan dibangunkan juga atas kehendak Allah. Kisah sekelompok pemuda ini memberikan pelajaran tentang bagaimana kita harus menjaga keimanan dalam keadaan apapun.

Rabu, 14 Januari 2026

Umar dan Turunnya Ayat-Ayat Al-Quran

Salah seorang sahabat terdekat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam ialah Umar bin Khattab. Kemuliaan sosok berjulukan al-Faruq itu tecermin antara lain pada kejadian-kejadian turunnya beberapa ayat Alquran (asbabun nuzul). Ada sejumlah firman Allah Ta’ala yang sampai kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam konteks peristiwa yang dialami atau disaksikan Umar.

Ketika keluarga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam sedang dilanda ujian. Fitnah menerpa seorang istri beliau, ‘Aisyah binti Abu Bakar. Saat itu, orang-orang munafik menyebarkan gosip bahwa putri ash-Shiddiq itu telah berselingkuh.

Saat itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meminta pendapat beberapa sahabat terdekat tentang perkara ini. Ketika sampai gilirannya Umar, sang al-Faruq mengatakan, “Wahai Rasulullah, siapakah yang menikahkan engkau dengan ‘Aisyah?”

“Allah,” jawab Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam.

“Maka apakah mungkin Allah menipu engkau?” tanya Umar lagi.

“Subhanallah! Sesungguhnya ini (fitnah terhadap ‘Aisyah) adalah berita bohong,” kata Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, menyadari arah perkataan Umar.

Benar saja. Tak lama kemudian, turunlah firman Allah, yakni surah an-Nur ayat 16.
“Dan mengapa kamu tidak berkata ketika mendengarnya, ‘Tidak pantas bagi kita membicarakan ini. Mahasuci Engkau, ini adalah kebohongan yang besar.”

Peristiwa lainnya berkaitan dengan kegelisahan Umar tentang maraknya minuman keras di tengah umat Islam Madinah. Saat itu, khamr memang belum diharamkan oleh syariat Islam. Lagi pula, masih banyak tradisi Arab yang menjadikan minuman keras sebagai sajian umum demi mengakrabkan suasana pertemuan atau kumpul-kumpul.

Yang sudah turun saat itu, ialah ayat-ayat Alquran yang menyebut tentang dampak buruk minuman keras. Hanya saja, belum sampai pada taraf mengharamkannya. Maka, beberapa sahabat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam masih ada yang gemar menenggak miras. Termasuk di antara mereka ini, Umar bin Khattab.

Lama-kelamaan, Umar sendiri justru merasa khawatir akan imbas jangka panjang khamr. Para sahabat kerap lalai tentang jumlah rakaat yang sedang dikerjakan. Itu ketika mendirikan shalat dalam keadaan belum pulih 100 persen dari pengaruh alkohol.

Senin, 12 Januari 2026

Tangisan Sahabat Pecah Usai Turun Surah Al Maidah Ayat 3 di Arafah

Tangisan Sahabat Pecah Usai Turun Surah Al Maidah Ayat 3 di Arafah

Disebutkan dalam Hadits Riwayat Imam Bukhari pada tahun ke-10 Hijriah, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat melaksanakan ibadah haji. Ini adalah haji yang pertama dan terakhir bagi Rasulullah SAW. Sebab, 3 bulan setelah itu Rasulullah SAW wafat.

Ibadah haji Nabi Muhammad SAW dan para sahabat ketika itu kemudian dikenal dengan haji wada' disebut juga haji Islam atau haji akbar. Rasulullah SAW, pada hari Jumat 9 Zulhijah tahun ke-10 Hijriah berada di Arafah dan menyampaikan khutbah haji wada'.

Rasulullah SAW, sang penghulu para nabi itu khutbah dari atas sebuah batu. Sebelum memulai khutbah dan melanjutkan ibadah hajinya, Rasulullah menjelaskan kepada kaum muslimin ketika itu tentang tata cara ibadah haji. Putra Abdullah bin Abdul Muthalib itu memperlihatkan, menjelaskan dan mengajari umat Islam tentang sunnah-sunnah haji.

Saat di dalam khutbahnya Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah memberi pilihan kepada seorang hamba antara dunia dan apa yang ada di sisi-Nya. Hamba itu memilih apa yang ada di sisi Allah," Abu Bakar Ash Shidiq tak kuasa menahan air mata. Ayahanda Sayyidah Aisyah menangis hingga tangis terdengar oleh Rasulullah dan beberapa sahabat.

Salah satunya Abu Said al-Khudri yang di dalam hatinya berkata, "Apa yang membuat orang tua ini menangis ketika Allah memberikan pilihan kepada seorang hamba antara dunia dan apa yang ada di sisi-Nya?"

Disebutkan dalam hadits Bukhari, Rasulullah sempat menegur Abu Bakar yang terlihat terus menangis. "Wahai Abu Bakar, jangan menangis. Sesungguhnya orang yang paling baik kepadaku dalam pergaulan dan hartanya adalah Abu Bakar. Andai aku harus menjadikan seseorang sebagai kekasih maka aku akan jadikan Abu Bakar sebagai kekasih. Akan tetapi persaudaraan Islam dan cinta karena Islam adalah lebih utama."

Abu Bakar adalah yang paling cerdas dan cepat menangkap suatu pertanda. Salah satunya kata, 'hamba' dalam khutbah Rasulullah SAW tersebut. Yang dimaksud dengan hamba dalam ucapan Rasulullah SAW tidak lain adalah Rasulullah SAW sendiri.

Minggu, 11 Januari 2026

Bilal dan Abu Hind, Sosok di Balik Turunnya Al-Hujurat Ayat 13

Kehadiran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw tidak hanya menghapus tradisi-tradisi jahiliyah yang tidak menjunjung tinggi martabat kemanusiaan, tetapi juga memberikan ruang seluas-luasnya bagi kesetaraan dalam kehidupan seluruh bangsa. Sistem perbudakan dihapus, diskriminasi bangsa kulit hitam ditinggalkan, dan memberi peran perempuan di ruang-ruang publik.

Imam Suyuthi dalam kitab tafsirnya al-Durr al-Mantsur fi Tafsir bil-Ma'tsur menjelaskan dua mengenai perlakuan diskriminatif masyarakat Makkah terhadap budak dan orang kulit hitam. Kisah pertama, pada saat Rasulullah memasuki kota Makkah dalam peristiwa Fathu Makkah, Bilal bin Rabah naik ke atas Ka'bah dan menyerukan azan. Maka sebagian penduduk Makkah (yang tidak tahu bahwa di Madinah Bilal bin Rabah biasa menunaikan tugas menyerukan azan) terkaget-kaget. Ada yang berkata: "Budak hitam inikah yang azan di atas Ka‘bah?” (dalam riwayat lain di kitab Tafsir al-Baghawi al-Harits bin Hisyam mengejek dengan mengatakan: "Apakah Muhammad tidak menemukan selain burung gagak ini untuk berazan?"). Yang lain berkata, “Jika Allah membencinya, tentu akan menggantinya.” Kisah kedua, Abu Hind adalah bekas budak yang kemudian bekerja sebagai tukang bekam. Nabi meminta kepada Bani Bayadhah untuk menikahkan salah satu putri mereka dengan Abu Hind. Tapi mereka menolak dengan alasan: "Ya Rasul, bagaimana kami hendak menikahkan putri kami dengan bekas budak kami?" Dua peristiwa tersebut menjadi sebab turunnya (asbabun nuzul) Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 13.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Al-Hujurat [49]: 13)

Terkait peristiwa Fathu Makkah sendiri, Nabi Muhammad dan para sahabatnya bukan hanya berupaya melakukan revolusi besar dalam membebaskan Kota Makkah, tetapi juga membebaskan seluruh kaum kafir untuk masuk ke dalam lindungan Nabi Muhammad sehingga mereka serta-merta masuk Islam.

Sabtu, 10 Januari 2026

Kisah di Balik Turunnya QS. Al-Mujadalah Ayat 1-4 (Zihar - Menyamakan Istri dengan Wanita Mahram)

Dialah Khaulah binti Tsa’labah. Seorang sahabat yang mengadu kepada Nabi Muhammad terkait dengan persoalan rumah tangganya. Karena tidak mendapatkan ‘solusi yang diinginkannya’, Khaulah akhirnya mengadu langsung kepada Allah. Hingga akhirnya Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad (Surat Al-Mujadalah), sebagai solusi atas problematika rumah tangga Khaulah.


Khaulah adalah seorang sahabat yang cerdas. Suatu ketika, Khaulah terlibat debat dengan suaminya, Aus bin Shamit al-Anshari. Dalam perdebatan itu, Khaulah dengan argumentasinya berhasil memojokkan suaminya. Hal itu membuat suaminya, Aus bin Shamit, jengkel hingga kemudian men-ziharnya (sumpah menyamakan istri dengan ibunya). Zihar merupakan persoalan serius. Seseorang yang melakukan zihar kepada istrinya, maka istrinya menjadi haram baginya selamanya. Keduanya tidak boleh melakukan rujuk. Beberapa saat setelah kejadian itu, Aus bin Shamit menyesal. Ia mengajak Khaulah rujuk kembali namun sang istri menolaknya. Namun demikian, dia sebetulnya masih ingin rujuk dan hidup bersama kembali dengan Aus. Dia sadar, jika berpisah dengan Aus maka hidupnya akan berat, terlebih anak-anaknya masih kecil. Singkat cerita, Khaulah kemudian menghadap Nabi Muhammad dan mengadukan persoalan rumah tangganya itu. Karena belum ada wahyu tentang persoalan Khaulah tersebut, maka Nabi Muhammad tetap mengharamkan Khaulah untuk suaminya.

Mereka tidak boleh rujuk lagi.

Khaulah tidak terima dengan jawaban Nabi itu. Ia terus mendebat Nabi, tapi jawaban Nabi tetap sama. Hingga akhirnya, Khaulah mengadu kepada Allah secara langsung. “Ya Allah, kuadukan duka dan keadaanku yang berat ini kepada-MU. Aku masih mempunyai anak-anak yang masih kecil, wahai Rasulullah! Jika kutinggalkan semua padanya, mereka akan terlantar. Jika aku yang merangkul semua, mereka akan kelaparan. Ya Allah, aku mengadu kepada-Mu, maka turunkanlah wahyu kepada Nabi-Mu,” kata Khaulah sambil mengangkat wajahnya ke langit, tidak berhenti.

Sabtu, 03 Januari 2026

Umar menangis 😢 ketika masuk rumah Rosulullah sholullahu alaihi wassalam. 🥹

Suatu hari Umar bin Khattab rodhiallahu anhu masuk ke rumah Rosulullah sholullahu alaihi wassalam, dan melihat rosulullah sedang berbaring di atas tikar kasar.

Ketika Rosulullah bangkit, terlihat bekas anyaman itu dipunggung beliau.Melihat hal itu, Umar menangis.

Sabtu, 13 Desember 2025

Kisah Pengemis Tua 🧓 Y4hud! Bertemu Sang Khalifah Umar bin Khattab | The story of an old beggar ⭐️

Pada masa kekhalifahannya, umar bin Khottob rodhiallahu anhu mendengar kabar tentang seorang laki-laki tua Yahudi yang meminta-minta dijalan.


Umar mendekatinya dan melihat tangan lelaki tua itu gemetar, matanya redup, dan pakaiannya lusuh.Apa yang membuatmu meminta-minta seperti ini? "tanya Umar.
Lelaki tua itu menunduk. Aku sudah tua, tenagaku habis, tidak ada keluarga, tidak ada harta. Jawab lelaki tua yahudi tersebut.

Senin, 24 November 2025

4 Fakta tentang Makhluk Halus yang SALAH KAPRAH ‼️

Empat Fakta yang salah kaprah tentang Makhluk Halus :
1. Hantu adalah roh orang mati yang gentayangan. 
2. Hantu jika dipukul tembus. 
3. Jin itu sangat kuat dan sakti.
4. Hantu bisa menembus pintu.

Sabtu, 01 November 2025

Orang yang Tertipu - Imam Syafi'i 📚🖊

Orang yang tertipu adalah: orang yang merendah dihadapan orang yang tidak menghargainya, mencintai orang yang tidak bermanfaat baginya, dan bangga dengan pujian orang yang tidak mengenalnya. ~ Imam Syafi'i ~

Senin, 11 Agustus 2025

Sabtu, 09 Agustus 2025

Kutipan : Imam Ghazali 📝

Tahukah engkau apa kemalangan terbesar mu ? yaitu adalah Lidah yang lepas dan hati yang tertutup.

~ Imam Ghazali ~

Kamis, 12 Juni 2025

Hadis Riwayat Tirmidzi | Mutiara Hadis

Mutiara Hadis:
"Setengah dari bukti kebaikan Islamnya seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya."


- Hadis Riwayat Tirmidzi -

Rabu, 04 Juni 2025

Karakter Menakjubkan menurut Abu Bakar Ash-shiddiq 🧏‍♂️

Abu Bakar Ash-shidiq pernah berkata:
Pria yang pemalu dan sederhana, adalah karakter yang menakjubkan, namun wanita yang pemalu dan sederhana, itu lebih menakjubkan lagi.


Karakter Menakjubkan menurut Abu Bakar Ash-shiddiq 🧏‍♂️ #pemalu #sederhana

Senin, 02 Juni 2025

Manusia Mulia disisi Allah | Pesan Khalifah Abu Bakar Ash-shidiq 🧏‍♂️

Jadilah manusia yang bermanfaat, karena manusia yang bermanfaat adalah yang paling mulia disisi Allah.


Manusia Mulia disisi Allah | Pesan Khalifah Abu Bakar Ash-shidiq 🧏‍♂️ | #manusia #mulia #khalifah

Jumat, 23 Mei 2025

Kata Mutiara Imam Al-Ghazali

Imam Al-Ghazali pernah berkata:
"Bila dirimu merasa benar-benar penat karena tidak memiliki uang, maka datanglah ke kuburan. Yakinlah, mereka hanya memiliki satu keinginan, yaitu kembali ke dunia untuk beribadah."


Kata Mutiara Imam Al-Ghazali. Quotes Islami | Nasehat Ulama #kutipanhariini #katabijak #mutiarasalaf

Jumat, 16 Mei 2025

Pesan Saydina Ali bin Abi Tholip [ Pintu Ilmu Para Sahabat ]

Ali bin Abi Tholip, khalifah keempat, merupakan sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad, dari puteri beliau yaitu Fatimah Azzahra. diberi gelar Babul 'Ilm (Pintu Ilmu), karena kecerdasannya. Beliau adalah Singa Allah (Asadullah).

Berikut pesan beliau:
"Jangan pernah menasihati orang bodoh, karena mereka akan membencimu!."


"Kamu tidak perlu menjelaskan dirimu kepada siapapun, karena yang membencimu tidak akan percaya, dan yang menyukaimu, mereka tidak perlu penjelasan itu!."


"Jadilah seperti bunga yang memberikan keharuman, bahkan kepada tangan yang telah merusaknya."


"Jangan benci apa yang tidak kamu ketahui, karena sebagian besar ilmu berada dalam hal-hal yang tidak kamu ketahui! Teruslah belajar, teruslah terbuka, karena di situlah kekayaan pengetahuan menunggumu!."


Pesan Ali bin Abi Tholip | Quotes Islami | Nasehat Khalifah #kutipanhariini #quotes #katabijak #singaallah #asadullah #babulilm

Sabtu, 10 Mei 2025

Dua Kata Mutiara Imam Syafi'i Rahimahullah #mutiarasalaf

 Imam Syafi'i Rahimahullah berkata:


"Janganlah kamu memandang kecil terhadap amal kebaikan sedikit pun, meskipun hanya sekedar bertemu saudaramu dengan wajah yang cerah. Jika kamu tidak bisa menjadi seperti orang terbaik, maka jadilah seperti orang yang baik."


"Musibah yang menimpa seorang mukmin adalah penghapus dosa-dosa, dan sebagai pengingat agar kembali kepada Allah. Orang yang bijaksana adalah yang bisa mengambil manfaat dari musibah yang menimpanya."

Kata Mutiara Imam Syafi'i | Quotes Islami | Nasehat Ulama #kutipanhariini #katabijak #mutiarasalaf

Dua Kata Mutiara Imam Malik Rahimahullah #mutiarasalaf

 Imam Malik Rahimahullah pernah mengatakan:


"Ilmu itu bukanlah dengan banyaknya riwayat, tetapi dengan pemahaman. Barangsiapa yang memperbaiki niatnya, maka Allah akan memperbaiki urusannya."


"Ilmu itu adalah cahaya yang diberikan oleh Allah kepada siapa yang Dia kehendaki. Ilmu itu lebih baik daripada harta, karena ilmu akan menjaga kamu, sementara harta harus kamu jaga."

Kata Mutiara Imam Malik | Quotes Islami | Nasehat Ulama #kutipanhariini #katabijak #mutiarasalaf