Diceritakan bahwa pada suatu hari, seorang lelaki Majusi datang menemui Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan meminta izin untuk bertamu. Namun Nabi Ibrahim ‘alaihis salam menjawab,
“Aku tidak akan menerimamu sebagai tamu hingga engkau meninggalkan agamamu, keluar dari agama Majusi.”
Mendengar jawaban itu, orang tersebut pun berlalu.
Kemudian Allah Ta‘ala mewahyukan kepada Nabi Ibrahim ‘alaihis salam,
“Wahai Ibrahim, engkau tidak mau menerimanya sebagai tamu kecuali jika ia keluar dari agamanya. Apa yang merugikanmu seandainya engkau menerimanya sebagai tamu hanya untuk satu malam? Padahal Kami telah memberinya makan dan minum selama tujuh puluh tahun, sementara ia tetap kafir kepada Kami.”
Seseorang dapat mencapai derajat tertinggi di Surga dengan kebaikan akhlaknya, meskipun dia bukan ahli ibadah. Sebaliknya, seseorang dapat terjatuh pada lapisan terbawah Neraka Jahanam karena keburukan akhlaknya, meskipun Ia ahli ibadah.