Beberapa hari wahyu tak turun. Langit seolah diam, dan Rosulullah sholullahu alaihi wassalam menatap setiap pagi dengan rindu.
Orang-orang kafir Quroisy mencemooh Rosulullah dengan perkataan : “Tuhannya telah meninggalkannya!.
Hati beliau pun sedih, dan berdoa lirih, “Ya Allah, apakah Engkau marah kepadaku? Air matanya jatuh.
Tangisan itu bukan tangisan kelemahan, tapi tangisan cinta seorang hamba yang begitu rindu kepada Robb-nya.
Lalu Allah menurunkan firman penuh kasih:
“Demi waktu dhuha, dan demi malam apabila telah sunyi. Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak pula membencimu.
[QS. Ad-Dhuha : 1-3]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuliskan Komentar, Kritik dan Saran SAHABAT Disini .... !!!