Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Cari Berkah

Senin, 12 Januari 2026

Tangisan Sahabat Pecah Usai Turun Surah Al Maidah Ayat 3 di Arafah

Tangisan Sahabat Pecah Usai Turun Surah Al Maidah Ayat 3 di Arafah

Disebutkan dalam Hadits Riwayat Imam Bukhari pada tahun ke-10 Hijriah, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat melaksanakan ibadah haji. Ini adalah haji yang pertama dan terakhir bagi Rasulullah SAW. Sebab, 3 bulan setelah itu Rasulullah SAW wafat.

Ibadah haji Nabi Muhammad SAW dan para sahabat ketika itu kemudian dikenal dengan haji wada' disebut juga haji Islam atau haji akbar. Rasulullah SAW, pada hari Jumat 9 Zulhijah tahun ke-10 Hijriah berada di Arafah dan menyampaikan khutbah haji wada'.

Rasulullah SAW, sang penghulu para nabi itu khutbah dari atas sebuah batu. Sebelum memulai khutbah dan melanjutkan ibadah hajinya, Rasulullah menjelaskan kepada kaum muslimin ketika itu tentang tata cara ibadah haji. Putra Abdullah bin Abdul Muthalib itu memperlihatkan, menjelaskan dan mengajari umat Islam tentang sunnah-sunnah haji.

Saat di dalam khutbahnya Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah memberi pilihan kepada seorang hamba antara dunia dan apa yang ada di sisi-Nya. Hamba itu memilih apa yang ada di sisi Allah," Abu Bakar Ash Shidiq tak kuasa menahan air mata. Ayahanda Sayyidah Aisyah menangis hingga tangis terdengar oleh Rasulullah dan beberapa sahabat.

Salah satunya Abu Said al-Khudri yang di dalam hatinya berkata, "Apa yang membuat orang tua ini menangis ketika Allah memberikan pilihan kepada seorang hamba antara dunia dan apa yang ada di sisi-Nya?"

Disebutkan dalam hadits Bukhari, Rasulullah sempat menegur Abu Bakar yang terlihat terus menangis. "Wahai Abu Bakar, jangan menangis. Sesungguhnya orang yang paling baik kepadaku dalam pergaulan dan hartanya adalah Abu Bakar. Andai aku harus menjadikan seseorang sebagai kekasih maka aku akan jadikan Abu Bakar sebagai kekasih. Akan tetapi persaudaraan Islam dan cinta karena Islam adalah lebih utama."

Abu Bakar adalah yang paling cerdas dan cepat menangkap suatu pertanda. Salah satunya kata, 'hamba' dalam khutbah Rasulullah SAW tersebut. Yang dimaksud dengan hamba dalam ucapan Rasulullah SAW tidak lain adalah Rasulullah SAW sendiri.

Tak hanya Abu Bakar, sahabat Umar bin Khattab pun tak bisa membendung air matanya. Tangis Umar bin Khattab pecah saat turun Surah Al Maidah ayat 3. Umar sudah terlihat sedih sejak awal saat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam membacakan firman Allah yakni surah Al Maidah ayat 3.

"..Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agamamu. Maka, siapa yang terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Sayyidina Umar menangkap isyarat, bahwa ayat yang dibacakan oleh Nabi tak ubahnya pesan terakhir, sekaligus ucapan perpisahan dari Nabi kepada Sayyidina Umar, keluarga, dan kepada para sahabat yang lain.

Tangisan para sahabat tak hanya saat di Arafah, namun juga terbawa sampai ke rumah. Abu Bakar yang menangkap bahwa turunnya surah Al Maidah ayat 3 adalah sebuah isyarat Rasulullah SAW segera akan pergi meninggalkan sahabat untuk menghadap Allah subhanahu wa ta'ala, sedih dan menangis terus di kamarnya.

Sejumlah sahabat yang mengetahui hal itu kemudian mendatangi Abu Bakar. Mereka ingin tahu alasan Abu Bakar menangis. Padahal melalui Surah Al Maidah ayat 3, Allah subhanahu wa ta'ala telah menyempurnakan agama Islam.

Mendapat pertanyaan tersebut Abu Bakar menjawab, "Kalian semua tidak tahu bencana-bencana apakah kelak yang akan menimpa kita. Apakah kalian tak mengerti bahwa tidak ada sesuatu yang mencapai titik kesempurnaan, kecuali itu juga merupakan awal kemerosotan. Tak lama lagi Hasan dan Husein akan kehilangan kakeknya dan para istri nabi SAW akan menjadi janda."

Mendengar jawaban itu, para sahabat pun menjerit histeris dan menangis. Tangisan mereka terdengar oleh tetangga rumah Abu Bakar. Salah satu yang mendengar tangisan mereka adalah Ali bin Abi Thalib yang kemudian mendatangi Rasulullah SAW.

"Abu Bakar berkata kepada kami, 'Sesungguhnya aku mendengar isyarat kewafatan Nabi Muhammad SAW melalui surah Al Maidah ayat 3' Apakah benar ayat ini merupakan bukti kepergianmu ya Rasulullah?" tanya Ali kepada Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW kemudian bersabda, "Semua yang dikatakan Abu Bakar berkenaan dengan isyarat kewafatanku benar adanya. Telah dekat masa kepergianku dari kalian semua wahai sahabatku, dan dengan itu telah datang pula masa perpisahan diriku dengan kalian semua."

Para sahabat kian tertunduk sedih. Abu Bakar sempat pingsan, Ali bin Abi Thalib terduduk lemas tak bisa berkata apa apa, dan sahabat yang lain menangis histeris. Wallahu a'lam bishawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuliskan Komentar, Kritik dan Saran SAHABAT Disini .... !!!